Jangan Mau Enaknya Aja, Ngira Punya Anak Gampang?

Pasti semua orang dewasa sudah pada tahu ya cara membuat anak yang baik? Kegiatan super menyenangkan yang dinanti-nanti para pasangan suami istri. Tapi setelah itu lahirlah anak, itu mereka yang kemudian jadi orang tua sudah pada ngerti belum sih tanggung jawabnya?

Untuk referensi lengkap mengenai kesuburan orang tua, coba dibaca-baca referensi kesuburan dari mayo clinic dan baca referensi kesehatan anak juga di sana.

Jujur saja aku ngerasa banyak banget orang tua yang enggak siap buat jadi orang tua.

Jadi teringat obrolanku di beberapa belas tahun yang lalu bareng seorang teman. Kami berdua duduk di beranda rumahnya si teman dan melihat beberapa anak kecil berlarian bebas khas anak kecil di suatu sore. Tidak ada yang salah dengan pemandangan itu sebenarnya.

Semestinya wajar saja apa yang kulihat sore itu, anak-anak dekil berlarian di jam yang seharusnya mereka sudah dimandikan oleh orang tuanya. Anak mana yang tidak suka berlarian kesana-kemari tanpa perduli apapun bahkan ketika mereka terlihat dekil dan kumal.

Tapi di mana orang tua mereka? Di mana tanggung jawabnya?

Cara Membuat Anak yang Baik Itu Bagaimana sih?!

Anak Kecil

Anak Kecil

Curhatan ini kenapa kutulis, karena di hari lebaran kemarin, ada berita duka yang cukup menyedihkan. Seorang anak berusia 4 tahun meninggal dunia karena sakit yang sebenarnya bisa banget diobati dengan kemajuan dunia kedokteran jaman sekarang. Kalau dari kabar yang beredar, anak itu meninggal karena sakit radang tenggorokan atau yang mungkin lebih membahayakan, demam berdarah.

Kabarnya anak ini sudah demam dari sekitar dua minggu sebelumnya.

Prasyarat dan Kondisi dalam Menjadi Orang Tua

Aku benar-benar terguncang karena kejadian yang kuceritakan di atas tadi. Suatu kejadian yang kemungkinan besar lebih disebabkan karena kelalaian orang tuanya. Orang-orang yang sebenarnya mungkin tidak pernah diperbolehkan untuk memiliki anak!

Menurutku dan teman yang berbincang waktu itu, paling tidak ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi oleh orang-orang yang ingin menjadi orang tua disamping kematangan alat reproduksi mereka. Ketika seorang pria sudah bisa memroduksi sperma untuk dibuahkan ke sel telur kekasihnya, mereka seharusnya sudah memenuhi syarat-syarat ini:

  1. Punya rasa tanggung jawab terhadap anak mereka.
  2. Bisa menularkan nilai-nilai yang baik untuk dibawa anak mereka ke masyarakat.
  3. Punya kemampuan keuangan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar anaknya atau paling tidak kemauan untuk berupaya memenuhinya.
  4. Sadar Kemampuan

Akan coba kugambarkan lebih detail tentang poin-poin yang kubuat tadi.

mom-babyTanggung Jawab Orang Tua Tidak Cuma Cari Uang!

Iya, ini yang menyedihkan yang kulihat dari kebanyakan orang tua terutama mereka yang berada di kelas pekerja. Orang-orang yang berpenghasilan pas-pasan kebanyakan berpikir kalau tanggung jawab mereka untuk anaknya hanya sebatas mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup anak dan keluarganya. Mungkin malah banyak orang berkecukupan yang memiliki pola pikir yang sama?

Menyedihkan ketika kedua orang tua terlalu sibuk mencari uang yang katanya untuk beli ….. (silahkan isikan pilihan mulai dari makanan, pakaian, susu atau mainan) anaknya.

Karena hidup di lingkungan pekerja dengan penghasilan di kisaran upah minimum regional, aku jadi mendapatkan banyak sekali gambaran bagaimana anak-anak harus terlantar di rumah ditinggalkan kedua orang tuanya bekerja. Sepulang bekerja dari pabrik, orang tua inipun sibuk dengan urusan mereka sementara anak-anak ya tetap dibiarkan tanpa pengawasan ataupun didikan memadai dari orang tuanya.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di lapisan masyarakat berpenghasilan rendah sih kalau menurut aku. Banyak juga kok yang penghasilannya tinggi dan berkecukupan melakukan hal yang sama ke anak mereka.

Penularan Nilai Baik ke Anak

Cara Membuat Anak yang Baik?

Cara Membuat Anak yang Baik?

Ujung dari poin di atas sebelumnya adalah bagaimana seharusnya orang tua dapat menularkan nilai-nilai baik kepada anaknya. Nilai-nilai kejujuran, kerajinan dan juga segudang nilai yang seharusnya diwakilkan kepada generasi penerusnya.

Berat banget ya bahasaku. Susah deh kalau ngomongin ini.

Bagaimana anak-anak kita bisa belajar nilai kejujuran, nilai keberanian dan bagaimana belajar menghargai orang tua kalau orang tuanya sendiri tidak pernah ada waktu mengajarkannya pada mereka. Jadi, salah satu cara membuat anak yang baik adalah dengan menularkan nilai-nilai kebaikan universal dari orang tua kepada mereka.

Mampu Secara Keuangan atau Memiliki Kemauan Untuk Berusaha

Aku percaya setiap orang membawa rejekinya masing-masing. Setiap anak yang dilahirkan pasti sudah diatur oleh Tuhan bagaimana mereka akan hidup. Jadi sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Akan tetapi, aku penganut setia kalau orang yang mau menjadi orang tua, paling tidak mereka harus mampu terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dasar anak-anaknya. Jangan sampai sudah ada anak, mereka malah kebingungan bagaimana memenuhi kebutuhan dasarnya.

Paling nggak kan kalau sudah mampu secara ekonomi, mereka bisa fokus mencurahkan kasih sayangnya kepada anak mereka.

Sadar Kemampuan Diri

kidsNah dari semua yang di atas, yang paling penting adalah semua orang yang mau susah payah melalu kenikmatan membuat anak dan kemudian melahirkannya ke dunia, harusnya sadar dengan kemampuan diri. Sadar dengan bagaimana dan sejauh apa mereka bisa menjadi orang tua.

Aku tidak masalah seseorang memiliki anak berapa banyak pun asalkan jangan kemudian setelah mereka mendapatkan titipan dan anugerah berupa anak, mereka bertanggung jawab dan tidak mengeluh betapa merepotkannya anak mereka.

Sadar diri kalau anak-anak mereka adalah tanggung jawab mereka dan membutuhkan lebih dari sekedar uang.

=========

Bagaimana menurut kalian pendapatku ini? Setuju apa tidak kalau cara membuat anak yang baik itu lebih dari sekedar menghasilkan kemampuan sel telur dan sperma sampai lahirnya seorang anak? Menyedihkan kalau misalkan banyak kejadian-kejadian seperti anak meninggal seperti yang aku ceritakan di atas kan?

Curhat yang ini memang sangat berbeda dengan curhatan sebelumnya mengenai blogging karena blog ini berisi segala macam curhatan.

Semoga banyak orang tua yang sadar tentang cara membuat anak yang baik ini.

Tinggalkan Balasan

Mau Tahu Curhatan Tentang Keluarga?Baca
+
%d blogger menyukai ini: