Lu mah Enak, Lah Gue.. ?

Hidup lu enak ya, seneng mulu ga pernah terlihat sedih, energinya penuh terus, selalu ceria dan bisa kemana aja lu mau kayaknya bisa. Lah gue?

Sering kali gue di bilang seperti itu, dan beberapa orang sering melihat hidup gue begitu menyenangkan banyak kawan dan sering kesana kesini.

Tahu ga kalau hidup gue itu ga  semuanya senang? Banyak juga masalah-masalah yang gue hadapi tapi gue memilih menikmati hidup gue dengan senang dan memilih publikasikan ke sosmed gue cuma hal–hal yang baik.

Gue bukan sok pamer tapi gue ingin bagi yang baik-baik aja. Kalau jelek-jeleknya ya gue telen sendiri.

Emang sih ga enak kalau jelek itu ditelen sendiri. Makanya gue berusaha punya kawan banyak dan bisa dipercaya , jadi kalo gue lagi semaput ada orang yang diajak ngobrol. Numpahin keluh kesah.

Dan gue sendiri termasuk tong sampah. Tempat orang-orang buang keluh kesah hidupnya. Gue sendiri seneng jadi tong sampah. Bahkan ada kawan bilang bukan hanya tong sampah tapi Bantar Gebang, tempat sampah kumpul! ha ha ha! Gue seneng orang percaya ke gue dengan kisah mereka.

Dari cerita mereka itu gue belajar banyak,  paling ga gue belajar kalau yang punya masalah itu bukan gue doang.

Nah di sini gue pengen bagi dua kisah yang membuat gue belajar kalau hidup itu kudu berjuang.

Kisah pertama dari sebut saja dia namanya Bintang.

Bintang lahir dari keluarga yang di bilang kurang. Seharusnya seh keluarganya bisa menjadi keluarga berada, karena papanya seorang yang terpandang karena keluwesan dalam bergaul. Selain itu, papanya digolongkan manusia yang disebut pintar.

Namun papanya punya kesalahan yang sangat fatal (gue ga bisa cerita disini), yang jelas kesalahan papanya itu mengakibatkan  keluarga Bintang tidak bisa menjadi keluarga yang di sebut berada, dan malah akhirnya keluarga yang kurang dalam ekonomi.

Bintang sebagai anak sulung otomatis menjadi salah satu andalan keluarga. Bintang ini cewek, dan dengan segala keadaannya dia berjuang untuk lulus sekolah. Paling ga SMA.

Dari kecil dia selalu menjadi andalan mamanya, karena papanya sudah tidak bisa di harapkan. Dan ketika bintang lulus sekolah, otomatis Bintang yang mengurus masalah makan dan hidup keluarganya.

Bintang ini cantik, pintar dan yang paling gue suka dari dia adalah kegigihannya. Masa bodo orang bilang apa tentang keluarganya, dia tetap berjuang membuktikan kalau hidup itu ga akan begitu terus.

Jujur ya, selama gue kenal dia ga pernah gue melihat dia bermuka masam dan berkeluh kesah. Dia selalu tersenyum sepanjang yang gue inget padahal gue tau banget masalah hidupnya luar biasa kejam.

Suatu ketika dia datang ketemu gue dengan binar matanya yang bikin gue ikut bahagia. Belum juga dia cerita gue udah  bahagia duluan karena mata dan wajahnya begitu memancarkan kebahagiaan.

Dia datang ke gue cerita kalau dia suka dengan seorang cowok dan cowok itu mengajak dia menikah, aseli gue saat itu langsung loncat dan bahagia banget. Gue tuh bahagia bukan karena dia akan punya suami tapi gue lebih bahagia paling ga dia ga sendirian menghadapi masalah-masalah yang sering datang.

Oh ya gue lupa bilang kalau dia juga punya adik laki satu tapi gak bikin dia lebih ringan tapi malah sering bikin masalah, gue sendiri suka kesel liat kelakukan adiknya. Tapi Bintang ini dengan sabar menerima dan mendidik adiknya.

Menikahlah bintang, dan gue nyesel banget ga bisa hadir di pernikahannya. Tapi itulah Bintang dia sangat mengerti ke sok sibukan gue, awalnya sedih tapi setelah di jelasin akhirnya dia mengerti.

Gue sangat berbahagia dengan pernikahan itu, tentu Bintang juga.

Tapi…

3 Bulan kemudian, maut menjemput suami Bintang.

Mungkin gue orang yang paling marah dengan keadaaan, kenapa Bintang di beri cobaan begitu berat…

Kenapa ?

Dia gadis yang sangat baik, gigih dan bertanggung jawab pada keluarga. Baru menemukan orang yang bisa diajak berbagi hidup, tapi hanya 3 bulan diambil kembali.

Bingung memberi support ke Bintang, karena gue sendiri ga habis pikir kenapa hidup begitu kejam terhadap Bintang.

Hidup berjalan, Bintang tetap menjadi tulang punggung keluarga dan  tumpahkan hidupnya ke dalam pekerjaan, tapi cinta memang kadang tidak bisa dijelaskan. Bintang mulai tidak sanggup kehilangan suaminya.

Gue dan orang di sekitarnya ga tau kalau bulan-bulan pertama dia berusaha untuk tegar tapi pada akhirnta dia menyerah, dia mulai tidak mau makan dan sakit menghampirinya. Setahun dia berjuang tegar dan akhirnya di tahun kedua setelah suaminya dijemput maut, Bintangpun menyusul. Dia meninggal dalam keadaan sakit yang memang dia inginkan.

Gue menerima kabar menyedihkan itu ketika gue jauh di luar kota dan dengan segala kesibukan gue langung terbang menemui Bintang untuk terakhir kalinya.

Selama mengenal Bintang hanya sekali gue melihat dia sedih saat suaminya di jemput maut, lainnya gue selalu melihat dia penuh semangat. Dan paling membuat gue selalu mengingat dia, dalam sakitnya dia tetap bertanggung jawab dengan keluarga, Bahkan ketika maut menjemputnya dia sudah menyiapkan segala sesuatunya supaya keluarganya tidak kekurangan.

Saat gue kesal dengan keadaaan gue selalu ingat dia… Bintang gadis cantik hidupnya berat tapi selalu semangat dan bertanggung jawab.

Kedua, kisah dari Matahari (masih nama samaran)

Matahari cewe tomboy yang ga suka bergaul, kalau liat mukanya kadang nyebelin,  kalau ketemu dia mending suruh senyum karena kalau doi ga senyum, beh males banget.

Tapi setelah mengenal lebih dekat gue jadi tahu kenapa dia punya sifat kayak gitu.

Dia dilahirkan dikeluarga dibilang cukup, karena  papanya pensiunan guru. Mamanya pekerja keras.

Seharusnya keluarganya Matahari ini keluarga menjadi keluarga berada karena papanya hampir menjadi Bupati. Tapi ya gitu deh, takdir berkata lain. Tidak lama dari sebelum hari pelantikan papanya dibatalkan menjadi Bupati.

Harapan begitu tinggi, papanya Matahari tidak sanggup menerima kenyataan dan akhirnya dia stres.

Matahari juga hadir ke Bumi ini di masa-masa papanya sembuh kambuh sembuh, bahkan pernah di bilang Matahari itu bukan anak papanya, tapi untung aja golongan darah Matahari sama. Jadi Matahari santai.

Matahari pernah bilang kalaupun dia bukan anak papanya tapi dia tetap mengganggap Bupati gagal itu papanya. Karena gimanapun dia lahir dari mama yang istri Bupati gagal itu.

Matahari dikandung oleh mamanya saat sulit keluarga, Papanya sakit keuangan otomatis bertambah biaya. Agak heran juga mamanya Matahari ga mau menggunakan harta mertuanya, karena kakek Matahari cukup berada.

Matahari hanya punya saudara lelaki satu dan sawah ladangnya lumayan lah gue liat, harusnya seh keluarga itu tidak kekurangan, tapi entah apa yang di pikiran mamanya Matahari, dia lebih rela pontang panting sendiri.

Matahari ini anak bungsu, karena mamanya sibuk mencari nafkah sering kali masa kecil Matahari di telantarkan, main sendiri, tidur sendiri. Sepupunya pernah cerita kalau waktu kecil Matahari ini pernah makan tanah.

Kalau papanya kumat, papanya harus di rumah sakit yang khusus menampung orang stress, Papanya seh sebenarnya stress yang tidak sanggup menerima kenyataan kegagalan. Dan matahari baru mengenal papanya setelah usia 7 Tahun setelah hari kelahirannya. Saat lahir papanya masa sembuh dan saat mamanya melahirkan Matahari di bantu oleh papanya.

Mamanya sibuk mencari nafkah, papanya di rumah sakit, kakak-kakaknya punya urusan sendiri dan kejadian buruk itu menimpa Matahari, saat SD dia di perkosa sama saudara jauhnya.

Matahari tumbuh menjadi anak yang pemurung, dia lebih suka sendiri tidak percaya dengan orang lain. Kesenangannya bergaul dengan alam dan mencari musuh karena dengan itu orang ga mau deket sama dia.

Walau begitu Matahari tetap menjadi anak yang bertanggung jawab. segala tugas rumahnya dia kerjakan tanpa mengeluh. Mamanya sangat mengandalkan dia terutama urusan pernak pernik hari raya.

Lulus sekolah SMA, Matahari punya kesempatan mengadu nasib di ibu kota, hanya lulusan SMA, ga mudah buat dia berjuang untuk mendapatkan rejeki yang sepadan. Tekad yang kuat membuat dia mencapai keinginannya.

Masa lalu yang kelam tidak membuat dia menjadi orang yang suka ngeluh, ada masa emang dia ngalamin yang sulit di kota besar, semuanya dia telen dengan baik. Emang dasar anaknya demennya ngeliatin yang seneng-seneng aja.

Nah karena itulah gue suka sama dia, kawannya mayan banyak dan hampir semua sayang ama dia. Mungkin itu kali dia bisa bertahan dan menjadi orang kuat.

Sekarang ini rejeki matahari makin baik, itu membuat dia lebih menikmati hidupnya dan bisa menyalurkan hobynya.

Bintang dan Matahari punya karakter dan masa lalu yang berbeda tapi buat gue mereka ada ispirasi gue untuk inget kalau hidup itu kudu berjuang, ga pake banyak ngeluh.

Yang gue liat seh persamaan mereka mungkin mereka nemuin kawan-kawan yang tepat, jadi hidupnya makin semangat.

Yap kawan yang tepat, semoga gue juga bisa nemu kawan – kawan yang tepat.

Dan lu juga …

Jadi begitulah gue bisa keliatan lebih semangat dan berusaha berjuang buat ngejalanin hidup seneng karena kisah dari Bintang dan Matahari itu.

Gue ngarep semoga kisah dari dua kawan gue itu bisa membuat lu lebih semangat dan inget kalau ada orang yang kisah hidupnya pahit tapi bisa tuh dia jadi orang yang bertanggung jawab.

Jadi ga ada alasan buat sering ngeluh apalagi patah semangat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Mau Tahu Curhatan Tentang Keluarga?Baca
+
%d blogger menyukai ini: